Tampilkan postingan dengan label dunia kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia kisah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

STOP !!! Bilang Indonesia tidak mampu di bidang Migas ! “Toekang Migas Menembus Batas” ( Part 3 )

3. "Toekang Migas Menembus Batas
"dengan hanya berbekal ijazah baru lulusan S1 di perusahaan Minyak Dan Gas bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp. 6 juta/perbulan dan di tahun ke 5, gaji mereka bisa mencapai Rp. 20 juta/bulan". 
Sengaja Jejak mengambil sebuah Judul buku yang disusun kawan kawan alumni akademi perminyakan sebagai sebuah memoar “Pemikiran, Pengalaman, Kenangan dan Inspirasi". 
Pemikiran penyusunan buku memoar ini, dilatarbelakangi oleh  kurangnya informasi, tentang seperti apa pembinaan sumber daya yang telah dilakukan untuk  menunjang keberhasilan industri migas nasional. Padahal sumber daya ini secara nyata, telah ikut memberi warna dan berkontribusi besar dalam perjalanan pembangunan industri migas nasional sampai saat ini. 
Keberhasilan industri migas sampai sekarang ini, sesuai zamannya, tentu sangat terkait dengan kemampuan kepemimpinan dan kemampuan sumber daya manusia yang menjalankannya.  

Jumat, 27 Januari 2012

Hidden Beauty of Sempu Island, Malang East Java Indonesia


You like quiet place, where is no one around, isolated from the outside world, Sempu Island in Indonesia is the right place for you.
Natural tourism becomes trend recently. It gives us special touch to refresh our body and soul after pressuring of office time.  Nature offers us relaxation and unconciously brings us understanding who we are as a human being between God and natural environment.
Sempu Island is a small island in the south of Java Island. This island is in Malang District, East Java province. It has wide around 877 hectare and formally becomes a sanctuary under the goverment  since 1928. Based on finding in 2000, there are 223 kinds of plants, 144 more kinds of birds species, mamals, and others.

Rabu, 11 Januari 2012

Aplikasi Pesan kematian


Wilook, perusahaan pengembang aplikasi dari Israel membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna Facebook yang telah meninggal (seakan) bisa menyampaikan pesan kematiannya melalui akun Facebook. Nama aplikasi Facebook tersebut adalah 'If I Die"
Seperti dikutip dari Mashable, CEO Wilook Eran Alfonta menyatakan aplikasi ini dibuat sebagai tanda perpisahan kepada saudara atau kerabat yang jauh dan tidak bisa hadir saat upacara pemakaman. Selain itu, aplikasi ini diharapkan dapat meninggalkan kesan yang manis setelah kita meninggal dunia dan ini bisa dibagikan ke teman di Facebook.

Senin, 05 Desember 2011

Jejak Syech H Abdul Awwal ( Sejarah Kebonsari Petanahan kebumen 2 )


Berasal dari sejarah tutur, Syech dulu bernama Mangkurat Mas, dari Yogyakarta, putra R. Pemanahan dari istri padmi. Anak Ki Ageng Pemanahan ada 2 yaitu Mangkurat Mas dan Mangkurat Kuning. Cerita berawal saat Ki Ageng berpesan kepada anaknya, lewat adiknya Ki Ageng Giring yang bermukim di Cirebon. Ki Ageng Pemanahan memberi wangsit jika suatu saat Ki Ageng mangkat, maka kekuasaan keraton Yogyakarta diserahkan kepada anak sulungnya, Mangkurat Mas. Namun begitu ayahnya meninggal, Ki Ageng Giring malah tidak peduli dengan amanah untuk menyerahkan titipan kekuasaan kepada Mangkurat Mas. Melalui patih Martapala-Martapura, sehingga terjadi geger dan menjadikan Mangkurat Mas pergi dari keraton dengan prinsip bahwa kekuasaan hanya akan akan menjadikan seseorang bertaruh dan mungkin sampai di akhir ajal, hanya akan bertaruh dan memperebutkan kekuasaan saja. Dan akhirnya kekuasaan di Yogyakarta jatuh ke tangan Ki Ageng Giring, sedangkan Mangkurat Mas pergi dari kerajaan, menuju ke arah barat dan sampai di seputar desa yang sekarang ini disebut Kebonsari.

Kamis, 01 Desember 2011

Jejak Desa Kebonsari Petanahan Kebumen ( Bagian 1 )

Kisah yang dipaparkan ini adalah sebuah cerita tentang keterkaitan antara  seorang syekh yang pernah bermukim di desa Kebonsari, dan memiliki keterkaitan sejarah dengan penyebaran agama Islam di tanah jawa. Benar- atau tidaknya cerita ini, inilah penuturan dari tokoh kasepuhan di desa Kebonsari. Sebagai sebuah kekayaan daerah, tuturan kisah dalam versi ini kiranya bisa menjadi bahan kajian kita sebagai generasi muda, untuk lebih mengenal daerah leluhur kita. 

Selasa, 29 November 2011

Jejak Kisah Jamus kalimasada wali sanga


Walisanga dalam mengemban tugas luhur dalam rangka meng-Islamkan tanah Jawa, mengetahui bahwa wayang bisa menjadi sarana siar Islam yang sangat efektif. Dalam bukunya, Poerbosoebroto yang berjudul Wayang Lambang Ajaran Islam, banyak sekali hal2 yang berkaitan dengan maksud Walisanga tadi.

Jumat, 25 November 2011

Jejak Kisah Unik di Balik Masjid Kedundang Kulonprogo

Kedungdang sebuah desa di wilayah Kulonprogo Jogyakarta. Menarik diungkap karena terdapat masjid peninggalan Sunan Kalijaga. Dari cerita peninggalan leluhur, berdirinya masjid berawal dari hajad seorang janda kaya saat menggelar selamatan untuk arwah suaminya. Kenduri dilakukan dengan menyembelih seekor sapi atau kerbau. Pada peringatan hari ketujuh, saat para ibu asyik memasak datang seorang pengemis berpakaian kumuh dan berbau meminta sedekah. Tapi pengemis itu diusir dengan pongah oleh si janda karena dianggap mengganggu. Berawal dari peristiwa itulah masjid Kedundang berdiri.

Kamis, 24 November 2011

Serat Darmo Gandhul, dan Kisah Pemburu Hantu

Beberapa waktu yang lalu di salah satu Stasiun TV Swasta menayangkan sebuah acara yang cukup menarik perhatian, dan cukup lama di tayangkan.Walaupun ada sedikit perubahan nama dengan menghilangkan kata ‘hantu’, namun secara keseluruhan acara tersebut tidak ada yang berubah. Dalam acara versi baru tersebut, tetap ada sejumlah orang berkostum seperti orang Arab yang sibuk menangkapi “makhluk ghaib” dengan gerakan-gerakan silat sesekali diselingi gerakan akrobatik, untuk kemudian setelah tertangkap dimasukkan ke dalam botol yang telah disiapkan. 
Tayangan tersebut menstimulus pikiran untuk terbang berkelana menerawang jauh,  Semuanya tiba-tiba terakumulasi dan memantik ingatan atas sebuah cerita yang pernah terbaca dalam sebuah buku. Muncul keinginan untuk membagi cerita itu kepada anda. 
Cerita itu berkisah tentang perjalanan seorang Wali bernama Sunan Bonang dimana dalam perjalanannya beliau bertemu seorang tokoh yang bernama Ki Buta Lohcaya. Berikut ini adalah petikan lakon cerita yang diambil dari terjemahan bebas Serat Darmo Gandhul®.

Selasa, 22 November 2011

Tresna Iku Dudu Banda Dudu Rupa ( Tresna iku wuta )


Katresnan kang tanpa pangreksa iku dudu sejatining katresnan. Kena diarani sejatining katresnan kang mung kadereng lan kena ing pangaribawaning hawa napsu. Dadi yen ana unen-unen " tresna iku wuta" yaiku sing kaprabawan hawa napsu. Sing prayoga iku mesthine kudu ngugemi unen-unen "tresna iku rumeksa" bisa salaras tumindake"
Dina Ahad esuk jam 06.00 aku wis ngenteni Ani ana sangarepe Warung Nasi Praja. Warung iku dhewe isih tutupan. Aku kangsen karo Ani ke­temu jam 06.15. Mripatku manther nya­wang mangalor. Nyawang gapurane Kampusku sing sedhela maneh arep dak­tinggal.

Senin, 21 November 2011

Selamanya Cinta Duryudana Untuk Banowati


Dalam kisah Mahabharata, Duryudana lebih dikenal sebagai tokoh antagonis. Dia memiliki sifat dan sikap yang buruk. Berbagai watak yang tidak baik seperti tidak peduli,mau menang sendiri, kejam dan tidak menghargai dan mengindahkan nasehat para sesepuh dan berbagai watak yang tidak baik lainnya sudah menjadi watak kesehariannya.

Namun untuk urusan cinta dan kasih sayang kepada istrinya, Duryudana sangat berbeda. Duryudana menjadi sosok yang luar biasa dan mungkin bisa menjadi contoh yang baik dalam mencintai dan mampu menerima cinta apa adanya. Bahkan kesetiaan dia terhadap istrinya tidak masuk akal.

Festival Wayang Nusantara ke-3

Selama ini masyarakat hanya mengenal wayang kulit, golek dan wong dari Pulau Jawa saja. Tapi sebenarnya masih banyak kesenian tradisional wayang dari sejumlah daerah lain yang belum terangkat ke permukaan. sebagai bentuk sosialisasi, Museum Wayang DKI menggelar ‘Festival Wayang Nusantara ke-3′ di Taman Fatahilah, Kota, Jakarta Barat, mulai 18 – 26 November 2011 mendatang.


pergelaran hari pertama, Jumat (18/11)  ditampilkan Wayang Kulit Sawah Lunto (Sumbar) bersama dalang Ki Bandung Sriyanto dengan lakon ‘Bimo Suci’
Pada hari kedua, Sabtu (19/11) menampilkan pergelaran teater tradisional dari kota Banjarmasin. Sedang untuk pergelaran Wayang Golek Sunda mulai pukul 23.00 bersama dalang Ki Apep Hudaya yang mengangkat cerita ‘Sokrasana Lena’.


Minggu, 20 November 2011

Jejak Semar dalam wayang Purwa


Salah satu tokoh wayang yang paling banyak digemari dalam masyarakat Jawa adalah Semar . Dalam mitologi Jawa, semar adalah seorang pemimpin yang sering dipuja karena keberhasilannya dalam memajukan bangsa. Tokoh ini banyak dijadikan sebagai simbol seorang pemimpin yang ideal, yang memiliki sifat rendah hati, suka menolong sesama, tidak serakah, melakukan tapa , mengurangi makan dan tidur, dan laku lainnya. Hal ini menarik karena sifat-sifat manusia dalam mitologi Jawa sering kali disimbolkan dengan sifat dan watak dari tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan, bahwa apa yang terjadi di dunia pewayangan akan terjadi pula di dunia nyata ini, seolah apa yang dilakonkan dalam cerita wayang, menggambarkan keadaan yang nyata baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Dalam kenyataan hidup, semar merupakan lambang yang memberi petunjuk mengenai hidup, kehidupan dan masalahnya. Petunjuk-petunjuk semar sedehana, karena dia seorang pembantu atauabdi , tetapi karena tokoh semar ini baik hati dan penasehat para Pandhawa yang bijaksana, para hadirin yang menonton wayang wajib memperhatikan nasehat dan ajaran semar serta petunjuknya, yang selama ini dianggap sebagai contoh dan teladan orang Jawa.

Kisah ChandraBhirawa II

Tidak berapa lama ketika Anggana Putra masih melayang di udara hendak dalam perjalanan pulang, Taksaka yang memiliki kecepatan luar biasa telah sampai mengejarnya, ia melesat cepat keluar dari dasar bumi dan segera menyergap tubuh Bambang Anggana Putra. Tubuh Anggana Putra diterkam dan dibanting dari atas udara. Anggana Putra luruh jatuh menghantam bumi, menghancurkan bebatuan cadas gunung. Tidak sampai disitu, Takasaka kembali memburu Anggana Putra yang saat itu segera bangkit. Secepat tatit Taksaka kembali menyerangnya dengan menyemburkan wisa upas/racun dan api yang keluar dari mulutnya. Api berkobar diseantero pertarungan mereka, wisa racun melepuh meleburkan batu-batu dan tanah yang terkena semburannya. Akan tetapi, racun-racun itu tidak mampu mematikan tubuh Anggana Putra, api pun tidak mampu membakarnya. Bambang Anggana Putra digjaya, tubuhnya tidak cidera sama sekali.

Kisah ChandraBhirawa

Kisah ini berawal dari seorang resi muda yang telah berhasil membantu para dewa dalam menumpas kerusuhan bangsa Jin Banujan di kahyangan Suralaya. Tersebutlah Bambang Anggana Putra dari pertapaan Argabelah, putra kedua Resi Jaladara dari pertapaan Dewasana dengan dewi Anggini, keturunan Prabu Citragada, raja negara Magadha. Atas jasa-jasanya itulah Anggana Putra mendapat anugerah dari Batara Guru, yaitu diperkenankan menikahi salah seorang bidadari kahyangan Maniloka

Jumat, 18 November 2011

Jejak Kisah Desa Tlepok Kec. Karangsambung Kab. Kebumen


Pada suatu ketika ada seorang sakti lagi bijaksana bernama mbah Arungbinang bersama pengikutnya datang ke Desa Wadasmalang sesampainya ke desa tersebut beliau berjalan kearah utara sampai di suatu dusun para pengikut nya memukul sebuah kenong, nong, nong nong , dusun tersebut diberi nama dusun KALIKEMONG.